PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA PADA MATERI PHYTAGORAS
[M0119072] [RISMA NUR FAIDA] Penulis Mahasiswa Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Pendahuluan
Pendidikan
merupakan sistem dan tata cara meningkatkan kualitas hidup seseorang pada semua
aspek kehidupannya di dunia. Pendidikan memiliki nilai yang sangat strategis
dan penting dalam pembentukan suatu karakter. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kepribadian, kecerdasan, akhlak
mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara. Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan sumber daya
manusia (SDM) yang berkualitas. Peningkatan kualitas pembelajaran merupakan
salah satu dasar peningkatan pendidikan secara keseluruhan pada setiap jenjang
pendidikan untuk semua mata pelajaran. Salah satunya adalah mata pelajaran
matematika, matematika merupakan salah satu bidang studi yang memegang peranan
penting di dunia pendidikan. UNS memiliki program studi matematika murni dan
Pendidikan matematika.
Pada
kurikulum 2013 diharapkan siswa mampu menyelesaikan masalah sehari-hari
berkaitan dengan matematika. Dari hal ini muncul anggapan bahwa kemampuan
pemecahan masalah matematika sangat penting dengan menjelaskan sebagai berikut,
1. Kemampuan
menyelesaikan masalah merupakan tujuan umum pengajaran matematika.
2. Penyelesaian
masalah yang meliputi metode, prosedur dan strategi merupakan proses inti dan
utama dalam kurikulum matematika.
3. Penyelesaian
masalah merupakan kemampuan dasar dalam belajar matematika.
Namun
kenyataannya kemampuan pemecahan masalah matematika dalam belajar tampaknya
cenderung masih rendah. Kebanyakan siswa lebih memilih pasif dan seolah-olah
pasrah menunggu jawaban dari guru selama proses pembelajaran. Pemecahan masalah
matematika lebih mengutamakan proses dan strategi yang dilakukan dalam
penyelesaian masalah daripada hanya sekedar hasilnya.
Tujuan
1 . Mengetahui keterlaksanaan pembelajaran
dengan model pembelajaran Guided Inquiry hingga mencapai pada kategori sangat
baik.
2 .
Mengetahui bahwa dengan rumus matematika
bisa menyelesaikan suatu masalah.
3 .
Mengetahui hasil observasi dari penelitian
materi aljabar dan materi fungsi.
Pembahasan
Menurut jurnal https://jurnal.uns.ac.id/JMMS/article/view/20678/16296 membahas tentang penelitian untuk mengetahui
tahapan dalam memahami materi phytagoras. Sebelum melakukan tindakan, peneliti
melakukan dua kali kegiatan observasi yaitu observasi awal pada materi Aljabar
dan observasi lanjutan (prasiklus) pada materi fungsi. Dari kedua kegiatan observasi
tersebut dapat diketahui bahwa kondisi awal kelas sebelum dilakukan tindakan
adalah guru menggunakan model pembelajaran langsung berupa ceramah, sehingga
pembelajaran terkesan monoton dan membosankan. Keterlibatan siswa cenderung
kurang dan menjadi siswa pasif. Siswa cenderung kesulitan untuk mengerjakan
soal yang jenisnya berbeda dari contoh yang sudah diberikan guru dan belum
terbiasa untuk menjabarkan ide-ide mereka. Selanjutnya yang dilakukan setelah
observasi adalah pelaksanaan tes awal (prasiklus) untuk mengetahui tingkat
kemampuan pemecahan masalah matematika. Materi yang digunakan untuk tes
prasiklus adalah bab fungsi. Dari dua siklus
yang dilakukan oleh peneliti diperoleh penerapan model pembelajaran Guided
Inquiry pada materi Phytagoras dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah
matematika siswa.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa:
1 .
Penerapan model pembelajaran Guided
Inquiry dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa untuk
masing-masing indikator pada materi Phytagoras.
2 .
Pelaksanaan model pembelajaran Guided
Inquiry yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa
adalah model pembelajaran yang sesuai dengan langkah-langkah sebagai berikut.
a) Orientasi,
guru mengingatkan materi prasyarat secara singkat,
b) Merumuskan
masalah untuk diidentifikasi siswa,
c) Guru
memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan hipotesisnya,
d) Guru
membagi LKS kepada setiap siswa sebagai sarana mengumpulkan data,
e) Guru
memantau dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menguji hipotesis dengan
berdiskusi menjawab pertanyaan di LKS,
f) Guru
meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi dan
mengkonfirmasi menghindari perbedaan konsep.
Berdasarkan hasil
penelitian, maka disarankan:
1) Model
pembelajaran Guided Inquiry dapat diterapkan oleh guru dalam proses
pembelajaran sebagai salah satu alternatif model yang melibatkan partisipasi
aktif siswa sehingga mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika
siswa,
2) Penelitian
ini masih terbatas pada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Oleh
karena itu diharapkan kepada rekan peneliti selanjutnya untuk dapat menggunakan
model pembelajaran Guided Inquiry pada tingkat dan materi yang berbeda dengan
sudut pandang peninjauan yang sama atau sudut pandang peninjauan yang lain.
Jadi kesimpulannya yaitu
dengan konsep rumus matematika seperti phytagoras bisa menyelesaikan suatu
permasalahan dengan berbagai tahap yang dapat dilakukan terutama untuk kalangan
pelajar agar dapat mengetahui penerapan dari ilmu matematika itu sendiri
sehingga tidak hanya belajar teori namun juga tahu implementasinya. Dengan cara
Guided Inquiry siswa dapat lebih mudah memahami matematika sehingga siswa dapat
aktif di kelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar